Kamis, 27 Agustus 2009

prosesor Terbaru i7


foto berita artikel

Intel telah merilis processor Core i7 Extreme Edition, yang menjadi chip desktop paling cepat, menurut yang diklaim Intel. Chip processor Intel Core i7 975 dengan manufactur 45nm ini memiliki arsitektur Nehalem, dengan clock speed 3.33GHz, termasuk 8MB L3 Smart Chache yang berjalan dengan clock speed 4 core. Untuk frekuensi Dual QuickPath Interconnects (QPI) akan mentransfer data dengan kecepatan 6.4GT/sec, dan performance Intel's SpeedStep (EIST), Virtualization (VT), dan teknologi Turbo Boost auto-overclocking, telah diaktifkan.

Slot chip processor Intel Core i7 975 ini akan menjadi kelas kedua dari Core i7 965, yang memiliki harga $1,039 di NewEgg dan di Platinum Micro seharga $1,078. Menurut sumber Hot Hardware, processor quad-core Intel Core i7 975 tersebut memiliki 4 persen hingga 5 persen kecepatan di borad daripada processor Intel sebelumnya, Intel Core i7 965.

Processor Intel Core i7 975 ini memiliki ukuran 263m2, didukung oleh L2 cache 1MB, L2 “Smart” cache 8MB, satu multiplier clock 25X, dan satu TDP (Thermal Design Power) 130W. Selain itu, Intel juga merilis Core i7 950 dengan clock 3.06GHz dan frekuensi QPI 4.8GT/sec. Untuk harga processor Intel Core i7 950 berkisar antara $540 hingga $570.(h_n)

Kamis, 30 Juli 2009

Global Warming


Perubahan iklim global merupakan malapetaka yang akan datang! Kita telah mengetahui sebabnya – yaitu manusia yang terus menerus menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas bumi.

Kita sudah mengetahui sebagian dari akibat pemanasan global ini – yaitu mencairnya tudung es di kutub, meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, coral bleaching dan gelombang badai besar. Kita juga telah mengetahui siapa yang akan terkena dampak paling besar – Negara pesisir pantai, Negara kepulauan, dan daerah Negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara.

Selama bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami dunia, yang menuju kearah meningkatnya suhu iklim dunia, dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi juga mematikan. Greenpeace percaya bahwa hanya dengan langkah pengurangan emisi gas rumah kaca yang sistematis dan radikal dapat mencegah perubahan iklim yang dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah kepada ekosistem dunia dan penduduk yang tinggal didalamnya.

Sebagai sebuah organisasi global berskala internasional, Greenpeace memusatkan perhatian kepada mempengaruhi kedua pihak yaitu masyarakat dan para pemegang keputusan atas bahaya dibalik penambangan dan penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil. Sebagai organisasi regional, Greenpeace Asia Tenggara memusatkan perhatian sebagai saksi langsung atas akibat dari perubahan iklim global, dan meningkatkan kesadaran publik tentang masalah yang sedang berlangsung. Greenpeace SEA juga berusaha mengupayakan perubahan kebijakan penggunaan energi di Asia Tenggara di masa depan – yaitu beranjak dari ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil kearah sumber-sumber energi yang terbarukan, bersih dan berkelanjutan.

Taktik Kampanye Iklim dan Energi adalah mengkonfrontasi tantangan yang dimiliki industri berbahan bakar yang berasal dari fosil – terutama, pembangkit listrik pembakar-batubara dan penghasil energi berbasis-nuklir – sementara, di waktu yang sama menyuarakan dan mendorong solusi atas ketergantungan penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil. Sebagai contoh, GreenpeaceSEA mempromosikan kebijakan dan proyek yang dapat menghasilkan energi murah berasal dari angin dan energi matahari, dan advokasi terhadap efisiensi energi alternatif.
Asia Clean Energy Now